Anjing Ogah Daging Sapi? Ini Solusinya!

Daging sapi kualitas terbaik pun, dogie tidak doyan menyantapnya, setelah 5 hari mengkonsumsinya.

PERNAHKAH mengalami, anjing kesayangan tiba-tiba menolak makan daging sapi? Padahal, daging yang diberikan adalah kualitas terbaik sekalipun.


Fenomena ini sering penulis temui, terutama pada anjing usia di atas 6 bulan. Biasanya, setelah 5 hingga 8 hari mengonsumsi daging sapi segar, mereka mulai "emoh". Tidak mau lagi.


Pada saat itu, ada yang masih mau makan tapi volumenya menurun drastis. Ada juga yang tetap lahap, tapi justru kotorannya (pup) menjadi sangat banyak di pagi hari. Itu adalah tanda yang tidak sehat.


Sebenarnya, ini bukan soal anjing bosan atau sedang diet khawatir kolesterol. Insting alaminya yang bekerja. Kebutuhan protein hariannya sudah tercukupi. Kini yang ia perlukan adalah asupan kalsium untuk menyeimbangkan nutrisi dalam tubuh.


Pengalaman ini penulis alami sendiri sebagai peternak anjing jenis Herder.


Awalnya, Kami Sempat Salah Langkah

Dulu, kami menggunakan makanan olahan pabrik (makanan kering). Kemudian beralih ke jenis makanan mentah (raw), dengan daging sapi segar impor kemasan 23 kg.


Meski terkesan lebih alami, hasilnya pun tidak memuaskan. Anjing-anjing kembali menunjukkan gejala yang sama: menolak makan.


Dari situlah, kami bertekad untuk berbenah. Tujuan satu: kesehatan optimal untuk herder-herder kami. Tentu saja, efisiensi biaya juga menjadi pertimbangan, karena anjing harus sehat dengan biaya yang lebih terkendali.


Berdasarkan pengalaman itu, kami mulai meracik formula pakan versi kami sendiri. Prinsip utamanya harus tetap mentah (mentah dan higienis), dan yang terpenting: harus ada kandungan kalsium dari tulang.


Dari Sapi ke Ayam: Titik Terang Ditemukan

Awalnya kami tetap menggunakan daging sapi. Namun, tulang sapi menyulitkan proses penggilingan. Terlebih lagi, tulang sapi di Indonesia masih sangat layak dikonsumsi untuk manusia (seperti untuk rawon dan gulai), sehingga terasa mubazir jika hanya untuk pakan.


Kami pun beralih ke ayam. Tepatnya, bagian dada dan sayap, yang kemudian digiling bersama tulangnya. Inilah solusi yang kami cari-cari!


Menu "Seumur Hidup" yang Tak Pernah Membosankan

Temuan menu ayam giling berikut tulang, yang terbukti menjadi menu paling cocok untuk anjing sepanjang masa.


Kami menyebutnya k9ransum_Standard. Ini adalah menu pokok (master) berbahan daging dan tulang rawan ayam (selain kaki).


Untuk anjing di bawah 10 bulan yang alergi ayam, kami juga menyediakan varian berbahan ikan.


Yang membedakannya, menu ini bersifat fleksibel. Kamu bisa menambahkan karbohidrat seperti nasi atau jagung, dengan takaran yang bisa disesuaikan:


· Saat pup lembek: Tambah porsi k9ransum_Standard, kurangi porsi karbohidrat (nasi/jagung).


· Saat pup terlalu keras: Kurangi porsi k9ransum_Standard, tambah porsi karbohidrat.


Hasil Nyata: Anjing Lahap, Pup Sehat

Bertahun-tahun dengan menu yang sama, anjing-anjing kami tetap lahap. Tidak ada lagi cerita yang memuji makan. 


Kotorannya di pagi hari jadi sangat sedikit—tanda bahwa makanan lebih banyak terserap tubuh. 


Bentuknya pun padat, utuh, dan cepat kering. Inilah indikasi menu yang sehat.


Bahkan, rekan-rekan sesama pecinta anjing mulai memesan untuk anjing kesayangan mereka. 


Selanjutnya, k9ransum hadir sebagai produk yang dijual umum dengan harga yang relatif terjangkau.


Demikian pengalaman kami dalam merawat anjing. Semoga dapat menjadi referensi bermanfaat untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan kita.


Jika Anda ingin berbagi atau bertanya lebih lanjut, silakan klik WhatsApp di 0895-3052-6789.


Kepada siapapun yang peduli untuk berbagi pengalaman merawat anjing ini, semoga kita semua selalu diberikan kelancaran dan kesuksesan oleh-Nya.


(Priono Subardan)