![]() |
| Ilustrasi Gemini AI Google |
SEKUMPULAN herder, sebanyak 30 ekor ternyata menikmati slow rock ketimbang alunan musik dangdut. Dengan Slow Rock para anjing seperti nampak menjalani relaksasi.
Hal itu ternyata dipengaruhi tempo slow rock yang stabil dan nada yang cenderung rendah selaras dengan ritme jantung serta frekuensi pendengaran alaminya, sehingga menciptakan efek menenangkan.
Meski begitu, setiap anjing tetap punya preferensi unik. Jadi, riset kecil-kecilan dengan memutarkan beragam lagu dan melihat reaksinya bisa jadi cara seru untuk menemukan playlist favorit bagi sahabat setia kita.
Sebagaimana diketahui, Anjing ras besar seperti herder memang cenderung lebih responsif terhadap musik bernada slow rock. Ini bukan karena mereka "pilih-pilih" genre, tapi lebih kepada bagaimana musik itu diproses oleh pendengaran dan fisiologi mereka.
Ada dua alasan ilmiah utama di balik fenomena ini:
Faktor Ukuran Tubuh dan Frekuensi Suara
Anjing besar memiliki pita suara yang lebih panjang dan tebal, sehingga rentang vokalnya lebih rendah.
Menariknya, rentang vokal ini sangat mirip dengan rentang vokal manusia pria dewasa
Karena kemiripan ini, anjing besar secara biologis lebih "terhubung" untuk merespons suara dan frekuensi yang dekat dengan rentang mereka.
Musik slow rock umumnya berada dalam frekuensi yang mudah dicerna oleh telinga mereka.
Sementara dangdut dengan pukulan gendang dan synthesizer berfrekuensi tinggi kurang cocok, yang malah membuahkan rasa gelisah.
Soal Tempo dan Efek Relaksasi
Ini adalah faktor paling kuat. Sebuah penelitian oleh Universitas Glasgow dan SSPCA pada 2017 mengamati perilaku anjing saat diperdengarkan berbagai genre musik.
Hasilnya sangat menarik :
· Musik yang Menenangkan : Genre seperti soft rock dan reggae menunjukkan perubahan positif terbesar pada perilaku anjing, seperti lebih tenang dan rileks.
· Musik yang Membuat Stres: Sebaliknya, genre dengan tempo tinggi dan distorsi seperti heavy metal justru membuat mereka gelisah.
Lantas, kenapa bukan dangdut? Padahal Musik jenis ini sering mengalun di acara-acara umum di Jawa.
Memang belum ada penelitian spesifik soal dangdut. Namun, dari pengalaman kita bisa menganalisis karakternya:
· Irama : Dangdut identik dengan tempo yang cepat dan energik, lebih dekat ke musik yang memicu agitasi.
· Instrumen : Suara gendang dan suling yang dominan bisa terlalu "asing" secara frekuensi.
Tulisan ini sekadar membantu memilih genre musik yang sekaligus mampu menumbuhkan relaksasi bagi anjing sahabat kita.
Senang pastinya bila kita melihat anjing merasa tenang dan ayem, pada saat" tertentu.
(Oleh: Priono Subardan - k9Dewa dari pengalaman memelihara 34 anjing trah besar, Herder)
